3.2.11

DO'A TUK TAKDIR

Yang hidup pasti akan mati. Yang pergi pasti akan kembali.
Dulu, mumgkin aku merasa memiliki, memiliki seseorang yang slalu mengusap air mataku disaat kumenangis. Menghiburku disaat sedih. Membangunkanku disaat terlelap. Dan yang slalu ada disaat kubutuhkannya.
Dia dan senyumnya membuka harapan. Jikalau kubisa membalasnya, kan kuberikan semua untuknya. Dan, bilakah...? Tapi, secuil do'a yang kupanjatkan. Kuhanya bisa berharap sebuah harapan, kuharapkan yang terbaik dalam hidupnya.
Engkau sahabat... Mungkin, kenangan tinggalah kenangan. Waktulah yang telah pisahkan kita. Dan pertemuanlah yang kini jadi perpisahan, karna tiap pertemuan pastiada perpisahan Dan akhirnya kumerasakan perpisahan itu................

UNTITLE

Ditengah keheningan malam. Ketika jarum jam berdetak begitu tajam, setajam pandanganku menatap ke sudut kamar. Merasakan dinginya angin yang merasuk kedalam tubuhku yang ringkih.
Kurasakan badan ini terasa tak berdaya lagi. Untuk menopang raga inipun tak mampu.Dua jam lamanya kuterjaga dalam lamunan, kegelisahan dan keresahan. Kubuka pintu kamar, kupandangi gelapnya langit malam yang tiada berbintang. Sekali lagi ku terjaga kembali dalam lamunan. Tak tau apa yang sedang aku bayangkan. Tapi, satu...
Akhir..., Aku ingin semuanya berakhir....................
Powered By Blogger