13.2.11


Alhamdulillah... kami senang, kami bahagia... dan kami terharu. Karna satu langkah yang pasti telah terlewati oleh sahabatku yang kini sedang menjalani kehidupan yang baru dan akan menjadi wanita yang hampir mendekati sempurna. Kehidupannya yang insya Allah penuh dengan limpahan rahmat dan kasih sayang. Dan pastinya saya dan teman-teman yang lainnya akan selalu mendoakan yang terbaik untuknya, untuk dia dan keluarganya dan orang-orang di sekelilingnya. Untuk sahabat kami, sukses selalu........ Ka....., belum terlambat untuk kau meraih apa yang kau cita-citakan...............

3.2.11

DO'A TUK TAKDIR

Yang hidup pasti akan mati. Yang pergi pasti akan kembali.
Dulu, mumgkin aku merasa memiliki, memiliki seseorang yang slalu mengusap air mataku disaat kumenangis. Menghiburku disaat sedih. Membangunkanku disaat terlelap. Dan yang slalu ada disaat kubutuhkannya.
Dia dan senyumnya membuka harapan. Jikalau kubisa membalasnya, kan kuberikan semua untuknya. Dan, bilakah...? Tapi, secuil do'a yang kupanjatkan. Kuhanya bisa berharap sebuah harapan, kuharapkan yang terbaik dalam hidupnya.
Engkau sahabat... Mungkin, kenangan tinggalah kenangan. Waktulah yang telah pisahkan kita. Dan pertemuanlah yang kini jadi perpisahan, karna tiap pertemuan pastiada perpisahan Dan akhirnya kumerasakan perpisahan itu................

UNTITLE

Ditengah keheningan malam. Ketika jarum jam berdetak begitu tajam, setajam pandanganku menatap ke sudut kamar. Merasakan dinginya angin yang merasuk kedalam tubuhku yang ringkih.
Kurasakan badan ini terasa tak berdaya lagi. Untuk menopang raga inipun tak mampu.Dua jam lamanya kuterjaga dalam lamunan, kegelisahan dan keresahan. Kubuka pintu kamar, kupandangi gelapnya langit malam yang tiada berbintang. Sekali lagi ku terjaga kembali dalam lamunan. Tak tau apa yang sedang aku bayangkan. Tapi, satu...
Akhir..., Aku ingin semuanya berakhir....................

27.1.11


Teringat masa kecilku. kau peluk dan kau manja. Indahnya saat itu, buatku melambung disisimu terngiang, hangat nafas segar harum tubuhku saat itu................ he..........,,, kangenku pada masa itu........ ci Upin kecilllll............ Dia lucu, imut, rewel.................... andai.. ingin kuulang masa itu................

28.10.10

SAHABAT YANG HILANG

Aku tidak sedang berlari. Tapi aku mencari..., ada seseorang yang hilang, yang sering menjengukku dengan pena-pena tajamnya. Membangunkanku disaat malam dengan syair-syair lugunya. Malam tadi, mimpiku bertemu mimpinya, mungkin ia sedih dalam kesendirian. menyusur gelap tak terbatas, mengutip sepi tak terperi. Hingga sehelai surat ia selipkan dipejamku. Pagi ini, kutemukan penanya tergeletak dipinggir jalan, menuggu tuan yang siap memungutnya. Mungkinkah aku..? Tapi..., hilang... dia, lututnya gemetar paksakan kaki tuk tetap bisa mencari. Dan suatu ketika, kuangkat langkah ini tuk coba menjenguknya, dan tak tau apakah ini yang terakhir...? Hay, percuma...! Karna, dialah sahabat yang hilang...

SAHABAT



Janganlah pernah berubah meski terpisah jarak dan waktu. Jangan kau ragukan persahabatan yang tulus dariku. Jika air matamu pudarkan semangatku, maka senyummu membuka asaku. Karna... rasamu adalah rasaku...
Katakanlah ! Bahwa langit dan bumipun sanggup menjadi saksi, kau adalah sahabatku, yang slalu ada dalam hitam dan putihku, yang slalu ada dalam seyum dan air mataku. Dan kaulah pelita hati, yang menyinari disaat redup. Tak kuasa raga ini bila harus kehilanganmu.
Engkau sahabat...
Coba kau renungkan disaat malam, tanyakan pada bintang, betapa agungnya persahabatan kita hingga tak dapat terukir apapun. Walau besarnya dunia dan dalamnya samudra. Semua tak cukup tuk membandingkannya.
Wahai sahabat...
Powered By Blogger