28.10.10

SAHABAT YANG HILANG

Aku tidak sedang berlari. Tapi aku mencari..., ada seseorang yang hilang, yang sering menjengukku dengan pena-pena tajamnya. Membangunkanku disaat malam dengan syair-syair lugunya. Malam tadi, mimpiku bertemu mimpinya, mungkin ia sedih dalam kesendirian. menyusur gelap tak terbatas, mengutip sepi tak terperi. Hingga sehelai surat ia selipkan dipejamku. Pagi ini, kutemukan penanya tergeletak dipinggir jalan, menuggu tuan yang siap memungutnya. Mungkinkah aku..? Tapi..., hilang... dia, lututnya gemetar paksakan kaki tuk tetap bisa mencari. Dan suatu ketika, kuangkat langkah ini tuk coba menjenguknya, dan tak tau apakah ini yang terakhir...? Hay, percuma...! Karna, dialah sahabat yang hilang...

SAHABAT



Janganlah pernah berubah meski terpisah jarak dan waktu. Jangan kau ragukan persahabatan yang tulus dariku. Jika air matamu pudarkan semangatku, maka senyummu membuka asaku. Karna... rasamu adalah rasaku...
Katakanlah ! Bahwa langit dan bumipun sanggup menjadi saksi, kau adalah sahabatku, yang slalu ada dalam hitam dan putihku, yang slalu ada dalam seyum dan air mataku. Dan kaulah pelita hati, yang menyinari disaat redup. Tak kuasa raga ini bila harus kehilanganmu.
Engkau sahabat...
Coba kau renungkan disaat malam, tanyakan pada bintang, betapa agungnya persahabatan kita hingga tak dapat terukir apapun. Walau besarnya dunia dan dalamnya samudra. Semua tak cukup tuk membandingkannya.
Wahai sahabat...
Powered By Blogger